Media Pendidikan yang Revolusioner itu Bernama BLOG

the BLOG

Spekta BLOG Banner

Semakin pesatnya kemajuan teknologi komunikasi di Indonesia memudahkan kita dalam melaksanakan proses pembelajaran walaupun guru dan murid tidak dalam satu tempat. Banyak sekali sarana-sarana yang dapat menunjang proses pembelajaran. Salah satu media yang cukup efektif dalam menunjang proses belajar mengajar adalah Blog. Yap… mungkin kebanyakan orang sudah pada kenal sama makhluk ini, jadi makhluk ini bukan makhluk asing kan. Apalagi dengan adanya blog engine gratis yang memudahkan setiap orang memiliki blog sendirimebukan peluang bagi blog untuk terlibat dalam dunia pendidikan Indonesia. Penggunaan blog sebagai sarana penunjang pendidikan merupakan ide cemerlang. Karena sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman, mengharuskan para generasi muda( bukan berarti hanya generasi muda saja) memiliki kemampuan yang berkwalitas dalam menggunakan teknologi Informasi. Hal itu tentu tidak terlepas dari peran para guru/pengajar. Para guru yang memiliki kesadaran menggunakan teknologi (khususnya blog) pasti sangat sering meggunakan blog. Dengan meningkatkan frekuensi penggunaan blog sebagai media pengajaran oleh para guru, diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas dan keterampilan para guru dalam menyiapkan, menyajikan dan menyampaikan materi yang akan diajarkan kepada siswa/i. Dengan begitu, kwalitas para guru akan lebih baikdan terus meningkat karena akan terdorong untuk terus belajar, dan menjadi profesional. Baca lebih lanjut

Inspirasi dan Terobosan IPTEK di Bidang Pendidikan

Hari kamis tanggal, 07 januari 2010 merupakan hari yang cukup penting bagi muara. Karena pada hari itu muara harus mengikuti suatu rangkaian kegiatan pendidikan. Di mulai dari UAS di sekolah, jadwal UAS yang cukup fleksibel di hari kamis tersebut yaitu mata pelajaran fisika dan sejarah. Hmm…kombinasi yang bagus bukan. Start pukul 07.00 WIB para pengawas yang merupakan guru di SMAN 11 SBY sudah bersiap untuk menjaga dan menertibkan  pelaksanaan UAS kelas XII baik jurusan IPA maupun IPS. Sampai-sampai siswa dilarang membawa HP (Handphone) pada saat pelaksanaan ujian tersebut. Muara yang duduk di bangku pojok paling depan (sebelah pintu) merasa tidak keberatan dengan kebijakan itu. Langsung ke pointnya, Saat tengah-tengah mengerjakan ujian sejarah yang agak membingungkan karena tidak ada rumusnya, tiba-tiba sesosok yang tidak asing lagi bagi muara datang menghampiri Beliau adalah wali kelas saya. Beliau menyodorkan selembar kertas yang terdapat daftar nama beserta tanda tangan siswa pilihan dan salah satu nama di daftar tersebut adalah….saya(MuARa/inisial). Spontan saya kaget melihat lembaran itu, lalu beliau menyuruh saya untuk menandatangani lembaran itu. Dengan penuh penasaran saya bertanya kepada beliau,”Pak ini acara apa?” Baca lebih lanjut