Mulai Dari Sekarang

Gayung bersambut setelah postingan saya kemarin yang berjudul lembar baru, maka saya harus membuat sebuah jadwal khusus untuk ngeblog setiap hari. Mirip seperti nama program salah satu ustadz yang cukup terkenal di Indonesia, One Day One Post yang kalau disingkat jadi ODOP dan saya akan menjadi pemuda ODOPer. Oke, sesuai dengan judul postingan saya kali ini yaitu mulai dari sekarang, tapi sebenarnya apa yang harus dimulai dari sekarang? Tentu saja mulai meluruskan niat untuk siap dengan semua konsekuensi yang telah dibuat. Bukankah segala sesuatunya memang dimulai dari niat? Sepertinya saya harus membahasnya secara tersendiri pada postingan selanjutnya tentang niat.

Sedikit review mengenai tulisan sebelumnya yang terhitung sebagai tulisan saya yang ke-100 di blog ini (dapat badge dari wordpress coy!!..ada tulisannya 100…ga…penting sih). Setelah saya share di twitter kalau saya telah memosting tulisan baru yang juga sebagai tulisan ke-100 di blog ini, ternyata ga ada yang ngerespon di twitter. Saya kira bakal ada temen di twitter yang sekedar ngasih ucapan selamat atau apa kek…ga ada sama sekali. Kalau ga percaya nih buktinya gan 😀 . Baca lebih lanjut

Iklan

4 Bulan vakum of blog

Setelah 4 bulan saya tidak menyentu weblog untuk melakukan posting sama sekali di blog saya maka saya posting artikel ini untuk posting perdana saya di bulan ini. Tampaknya pengalaman saya ini pantas saya posting untuk para sobat blogger. Saat saya memulai rutinitas harian setelah melaksanakan hari raya idul fitri khususnya libur hari raya idul fitri, saya mulai menulis untuk mempersiapkan artikel yang akan saya posting setelah moment idul fitri berakhir. Entah mengapa karena tradisi silaturahim di keluarga saya sudah melekat kuat, maka saya dan keluarga menghabiskan sisa hari raya dengan silaturahim ke rumah saudara. Karena waktu emas saya habis untuk melakukan sunah-sunah tersebut. Maka saya melakukan apa yang seharusnya tak saya lakukan, yaitu mengabaikan kewajiban saya sebagai blogger atau tidak melakuakn posting, blog walking, dan milis. Saya jadi memiliki waktu lebih untuk menyiapkan rutinitas saya nanti setelah masuk sekolah.  Karena saya sudah terlanjur sibuk dalam rutinitas,  maka saya berpikir untuk lebih mengutamakan tugassaya sehari-hari daripada harus memposting artikel untuk blog saya ini. Pikiran itulah awal dari semua kevakuman saya di dunia blog. hingga sampai saat ini saya masih memposting 1 artikel  dalam 4 bulan ini. artikel ini juga saya buat di sisa-sisa waktu saya.

Resiko Lentera kehidupan

Seorang pria menyeberangi selat Sunda dalam rangka mudik ke kampung halamannya. Ia mengalami mabuk laut yang parah dan mengurung diri di kamar. Hingga suatu malam ia mendengar teriakan, “ Ada orangjatuh ke laut! “
Akan tetapi, ia merasa bahwa tidak ada yang dapat ia lakukan untuk memberi pertolongan. Kemudian ia berkata pada dirinya sendiri yang tengah mengalami mabuk laut tersebut, “ Setidaknya saya dapat menaruh lentera di tingkap sisi kapal.”
Lalu ia berusaha berdiri dan menggantungkan lenteranya. Keesokan harinya dia mendengar bagaimana orang yang berhasil di selamatkan tersebut berkata, “Saya nyaris tenggelam di gelapnya malam, namun pda saat yang tepat seseorang menaruh sebuah lentera pada tingkap di sisi kapal. Ketika lentera itu menyinari tangan saya, seorang pelaut yang ada di sekoci penyelamatan menangkap tangan saya dan menarik saya masuk ke dalam sekocinya.”

Sumber : Setengah isi, setengah kosong, Parlindung Marpaung.