SCHOOL NOTE :Pernyataan jujur dari seorang Wali kelas

Pada tanggal 7 November 2009, di salah satu SMA yang terkenal seluruh wilayah Manukan,Tandes berlangsung kegiatan penyerahan raport sisipan semester gasal. Sebenarnya yang diminta hadir pada acara tersebut adalah wali seluruh wali murid, tapi karena ortu saya berhalangan hadir maka “I have to take the raport my self.” So, saya berangkat dari rumah menuju lokasi dengan berbekal surat izin dari ortu. Sesampainya di pintu gerbang lokasi saya menemukan suasana yang ramai, para wali kelas yang keluar dari lokasi mulai banyak. Dalam hati saya berpikir bahwa saya telah terlambat untuk mengambilnya. Baca lebih lanjut

Jambore versi PENITI 2009 (2-habis)

The burning

Api unggun terakhir

Oke sobat blogger, saya lanjutkan cerita jamborenya.Waktuku terbangun karena cahaya yang dihasilkan oleh kobaran api yang menyala di area BUPER SG, langsung mencoba menarik diri untuk mengetahui apa yang telah terjadi. Setelah saya dekati sumber api itu ternyata api unggun besar yang disiapkan oleh teman-teman untuk acara puncak selanjutnya membuat saya berdebar-debar. Semakin terasa bahwa event jambore pertama pada tahun ini begitu mengasyikkan. Acara puncak dari event jamboree ini adalah acara malam keakraban yang semakin didekatkan lagi dengan hangatnya api unggun. Dibuka dengan spontanitas dari para peserta, komunitas,alumni dan yang terakhir adalah spontanitas dari panitia. Ya,waktu giliran spontanitas dari panitia seluruh peserta meminta seluruh panitia untuk melakukan gerakan salam MOS khas SMAXIS. Otomatis seluruh panitia menolak dengan permintaan itu karena yang namanya salam MOS itu hanya diingat waktu MOS saja karena kebanyakan panitia adalah kelas 11 IPA. Sebagai gantinya kami seluruh panitia diminta untuk menyanyikan lagu almamater kami mars SMAN 11 Surabaya. Tidak disangka ternyata terdapat sebagian panitia tidak hafal lagu almamaternya sendiri. Wah untung gak ada John pantau, bisa-bisa malu tuh (he..he..he…). Setelah itu acara dilanjut dengan pengenalan diri secara personal. Satu demi satu peserta maupun panitia memperkenalkan dirinya. Itu salah satu hal yang penting jika kita ingin diri kita dikenal oleh banyak orang begitu kata mas Budiono yang akrab di panggil mas dion. Tiba-tiba yang empunya peniti muncul dan memberi kata-kata penyemangat. Karena hari sudah sangat larut saat itu maka semua panitia sepertinya kurang memperhatikannya. Langsung saja acara tersebut ditutup dan semua peserta dan panitia langsung menuju ke tenda masing-masing. Keeseokan harinya kami semua bersiap-siap untuk pulang (packing) kembali ke Surabaya. Semua barang tidak ada yang ketinggalan disana kecuali serpihan kisah kegiatan untuk di posting di blog masing-masing. Dan Alhamdulillah semuanya pulang dengan selamat sampai rumah. Ketika pulang ke rumah, entah kenapa kasur empuk di kamar yang tidak ditempati oleh seseorang selama tiga hari membuat badan ini ingin segera tidur saja. Tapi saya memutuskan untuk membuat daftar untuk sesuatu yang hendak saya posting di blog saya ini. Dan jadilah postingan ini. Baca lebih lanjut