Sekelumit Cerita Tentang Pendidikan Dan Teknologi


colorfull

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi & komunikasi memunculkan suatu kebutuhan inovasi dalam bidang pendidikan di Indonesia. Jangan dulu membanyangkan sesuatu yang hi-tech seperti pengajaran menggunakan robot yang ada di luar negeri, perkembangan kecil tapi teratur sudah menarik di negeri ini. Perkembangan yang saya soroti lebih pada warna pendidikan yang terjadi dalam kehidupan saya ketika belum ada teknologi.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog #KitaIndonesia yang diselenggarakan oleh PT. XL Axiata Tbk bekerjasama dengan Rumah Blogger Indonesia.

Dimulai dari alat penunjang pembelajaran yang bernama buku, pengalaman saya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar ada istilah buku paket. Yaitu suatu buku yang dijadikan acuan oleh guru dalam mengajarkan materi di depan kelas. Juga sebagai referensi pembuatan soal latihan. Buku paket umumnya diterbitkan oleh penerbit ternama dan harganya juga cukup bersaing kala itu. Dan biasanya pihak sekolah mengordinir pembelian buku paket tertentu ke wali murid saat daftar ulang berlangsung jadi semacam untuk kelas sekian buku paket yang digunakan oleh wali kelas adalah buku paket dari penerbit A misalnya.

Kala itu saya sebagai siswa ingusan yang masih belum tersentuh oleh manfaat internet hanya bisa mengiyakan kebijakan sekolah yang seperti itu, bahkan ketika harga buku yang digunakan di rasa cukup mencekik harganya. Dengan kata lain tidak ada pilihan selain foto copy buku itu dari teman jika tidak sanggup membeli buku paket tersebut.

bse alternatif

Berkaca dari kasus diatas, saat ini sudah terdapat alternatif solusinya. Salah satu yang menarik adalah kementrian pendidikan dan kebudayaan menyediakan buku sekolah elektronik(BSE) yang bisa diunduh gratis di situs penyedia buku tersebut. Kebijakan ini membuat sekolah – sekolah yang kerap melakukan bundling buku paket ke para siswa berhenti. Karena para wali murid memiliki alternatif solusi yang lebih ekonomis.

Apalagi di era internet saat ini membuat guru tidak hanya menjadi satu – satunya sumber belajar, siswa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melebarkan potensi belajar dan kecerdasannya karena jenis kecerdasan yang dimiliki oleh setiap siswa berbeda – beda.

Ketika kemajuan teknologi informasi dan komunikasi disambut antusias oleh penggunanya sebagai alternatif untuk memperoleh solusi, saat itulah manfaat penggunaannya menjadi produktif. Namun, kenyataannya masih banyak saya temui pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi hanya sebatas untuk hiburan semata.

Selain itu, inovasi juga terjadi pada proses belajar mengajar. Masih terekam jelas ingatan saya ketika mempelajari fisika saat duduk di bangku SMP. Karena buku paket yang saya gunakan kertasnya berwarna abu-abu dengan tulisan setengah hitam pekat, terkena cipratan air hujan sehingga membuat gambar peraga yang tertera di sana semakin tidak jelas. Maka mau tidak mau gambar yang tidak jelas itu harus terlihat jelas di mata dengan sedikit bumbu visualisasi dan imajinasi di otak saya yang agak mendramatisir untuk mempermudah memahami materi yang dipelajari. Hari ini dengan kemajuan teknologi informasi visualisasi dan imajinasi yang agak mendramatisir tersebut telah hadir di dunia nyata. Tak perlu khawatir terkena rembesan air hujan atau hilang karena tertinggal di sekolah. Kapan dan dimana pun bisa di akses untuk belajar secara mandiri. Semestinya kemajuan teknologi informasi yang tengah terjadi ini membuat para siswa – siswi Indonesia lebih mudah dan semangat untuk giat belajar bukan malah sibuk bermain game atau menonton video yang tidak jelas.

Semoga perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang tengah terjadi di Indonesia kini bisa membawa perubahan ke arah yang produktif dan positif. positif dalam pemanfaatan dan bijak dalam pencegahan. Bagaimana anda siap ?!

**sumber gambar

https://ningtuban.wordpress.com

https://pixabay.com/p-215873

https://animasipendidikan.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s