hackathon

The First Triumph in Angelhack Surabaya (part 2-end)


Assalamu’alaikum…

Alhamdulillah, postingan ini merupakan cerita inspirasi bagian kedua (lanjutan dari bagian satu) yang saya terbitkan saat bulan Ramadhan 1437 H di Indonesia. Ceritanya mengenai acara hackathon pertama yang saya ikuti, Langsung saja selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Day 1 Angelhack Surabaya

Hari kedua, komposisi tim saya hari itu hanya tiga orang dan suasana saat di lokasi hackathon benar – benar berbeda dari hari pertama, tidak bisa dideskripsikan dengan kata – kata bagaimana suasananya saat itu. Yang jelas kami bertiga langsung ambil konsumsi sarapan semangat untuk lanjut coding. Surprise, time was kept moving and 4 hours left before the due time. Lagi – lagi kekuatan mentalmu diuji nak saat mengetahui fitur yang disepakati kemarin belum sepenuhnya terimplemetasi dan tidak banyak waktu yang tersisa. Keep code on it and pray up, itulah yang bisa kami lakukan sampai waktu berakhir.

Kerja coding semalam dan harus dipresentasikan di depan juri selama dua menit, disinilah seninya ikut hackathon. You have to make sure to the judges kalau aplikasimu inline dengan tema hackathon.

Alhamdulillah, tim saya dapat urutan ke-17 dari total 18 tim yang akan pitching siang hari itu. Tips lagi buat kalian yang muslim, pas nunggu giliran daripada ngelamun atau diem aja mending baca istighfar atau sholawat atau lebih cakep lagi baca Al – Quran. Sebelum mulai pitching salah satu rekan satu tim saya ada acara keluarga jadi mesti balik duluan dan selesai pitching rekan satu tim saya lainnya juga mesti balik duluan karena ada temennya yang minta tolong buat dijemput di stasiun gubeng lama. Ya udah deh, tinggal saya seorang di tim yang menunggu hasil pengumuman pemenangnya.

Akhirnya sesi pengumuman pemenang AngelHack Surabaya 2016 dimulai. Alhamdulillah, tim saya terpilih jadi juara ketiga. This is indeed a miracle, why? Because this is the first hackathon event  which we attended and also become our first triumph. So…The moral value are, kerja keras saja belum cukup untuk mengantarkanmu menjadi pemenang, harus yakin kalau kamu akan menjadi pemenang karena selain bekerja keras semalaman kamu juga sudah meminta dan berdoa lebih kepada yang menguasai langit dan bumi. Jika Tuhan menilai kita memang pantas untuk menjadi pemenang, maka tidak akan ada yang dapat menghalangi. Ya…itu memang terbukti. Bahkan saat pengumuman juara ketiga saat itu saya masih pakai sandal jepit bukan karena saya tidak membawa alas kaki lain atau malas ganti sepatu, tapi karena memang saat itu saya pasrahkan semua hasilnya pada Tuhan Yang Maha Esa. Dan saat itu juga saya belajar bahwa keajaiban yang terjadi dalam hidup kita itu sebenarnya adalah pertolongan Tuhan yang bisa kita undang kedatangannya.

Sebenarnya masih banyak yang bisa saya bagi dan ceritakan dari pengalaman pertama ikut hackathon tingkat global. Hanya saja waktu yang kita miliki terbatas jadi sampai di sini saja hal menarik yang bisa saya bagi di post kali ini. Oh ya, budayakan meninggalkan komentar di blog ya, supaya bisa saling sapa. And of course, feel free to share this post.

Wassalamu’alaikum…

juara tiga angelhack surabaya 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s