SCHOOL NOTE :Pernyataan jujur dari seorang Wali kelas


Pada tanggal 7 November 2009, di salah satu SMA yang terkenal seluruh wilayah Manukan,Tandes berlangsung kegiatan penyerahan raport sisipan semester gasal. Sebenarnya yang diminta hadir pada acara tersebut adalah wali seluruh wali murid, tapi karena ortu saya berhalangan hadir maka “I have to take the raport my self.” So, saya berangkat dari rumah menuju lokasi dengan berbekal surat izin dari ortu. Sesampainya di pintu gerbang lokasi saya menemukan suasana yang ramai, para wali kelas yang keluar dari lokasi mulai banyak. Dalam hati saya berpikir bahwa saya telah terlambat untuk mengambilnya. Tiba-tiba saya melihat teman sekelas saya with his parent sedang berdiskusi. “Then his parent leave him in location alone” saya bertanya kepadanya ” Wis mari ta acarane kok ibumu balik ?” tiba-tiba jawaban mengherankan terdengar di telinga saya  “Mulai ae gorong kok “.
Ternyata wali kelas saya belum masuk ke kelas yang telah ditentukan sebelumnya dimana banyak wali murid menuggu untuk segera dibagikan raport putra atau putrinya. Saya sempat berpikir kalo wali kelas saya kenapa-napa. Setelah ditunggu selama kurang lebih setengah jam sejak pukul 08.45 WIB. Akhirnya datang juga wali kelas saya dengan membawa tumpukan kertas yang telah ditunggu-tunggu oleh wali murid dan siswa. Untuk formalitas, pak wali kelas memberikan salam pembuka dan pengantar singkat seputar dunia pendidikan. Setelah kurang lebih satu seperempat jam dari pukul 09.05 WIB. It’s show time
Mulai wali kelas saya memanggil satu per satu nomor urut yang telah didapat oleh wali murid di ruang kelas itu. Melihat hal itu saya yang memegang nomor urut 26 memberanikan diri untuk masuk ke kelas. Ternyata sudah ada teman-teman saya yang masuk duluan tapi setengah jam kemudian mereka keluar kelas karena sangking lamanya menuggu giliran. Tinggal saya sendiri menuggu nomor saya disebut seperti di rumah sakit menuggu giliran berobat.
Akhirnya giliran nomor saya disebut oleh beliau. Dengan berani dan sedikit rasa capek mendera saya melangkah di kursi yang langsung berhadap-hadapan dengan beliau. Kemudian belaiu mebgajukan bebrapa pertanyaan untuk saya:
(The wakel=wali kelas sedangkan muara=penulis)

The Wakel     : Lho kenapa kamu ngambil sendiri raportmu? Ortumu mana?
Muara     : Kerja semua pak. Tapi saya bawa surat izin dari ortu saya
The Wakel     : Oh ya…seharusnya wali murid yang mengambil.
Muara     : Ehm….
The Wakel     : No. absen 21 ya kamu (sambil melihat nilai saya)
Nilai Kimia kamu bagus ya apa kamu suka kimia?
Muara     : Betul pak, tapi saya juga suka mata pelajaran bapak kok.
The Wakel     : Oh begitu ya, sejak kapan kamu suka mata pelajarn saya ?
Muara     : Sejak kelas 3 SMP pak , waktu itu gurunya disiplin dan tegas pula.
The Wakel     : Berarti kebalikan dengan saya ,kurang tegas dan kurang disiplin.

Dari pernyataan beliau yang terakhir itu saya anggap sebagai pernyataan yang jujur dari seorang wali kelas yang pernah saya temui. Terima kasih pak karena telah menginspirasi saya untuk membuat artikel di blog saya ini
Sering-sering berkunjung kemari ya pak!!!

NB:  Nama dari wali kelas saya sengaja tidak saya sebutkan untuk melindungi identitas asli beliau.

Keep your spirit of blogging and Keep blogging for future.

8 thoughts on “SCHOOL NOTE :Pernyataan jujur dari seorang Wali kelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s