Barang yang tidak cocok dibawa bepergian


kresek

Waktu itu kejadiannya pagi-pagi sekali, kakakku sudah menggemparkan seisi rumah. Mengapa? Karena dia ada jam kuliah pagi dan sayang untuk datang terlambat apalagi melewatkannya. Setelah siap-siap mondar-mondar dan keluar masuk kamar mandi berkali-kali (he..he…hee…pish bro! ), dia langsung keluar rumah, menghidupkan mesin sepeda motornya dengan membawa peralatan kuliahnya yang relative agak berat dan sebuah benda yang agak aneh dalam tas kresek hitam ditaruh di bawah setir motor. Maksud hati ingin bertanya apa isi didalam tas kresek tersebut kepadanya, tapi dia sudah keburu menarik gas sepesa motornya mengejar deadline masuk kuliah. Pada saat saya berjalan menuju ke sekolah, saya masih kepikiran apa sih isi dari tas kresek tersebut. Sambil mengingat-ingat kejadian kemarin, dan mengurutkan kronologi kejadian yang lalu-lalu, saya menyimpulkan dialah pelakunya (Upsss… pish lagi bro!!!). Maksudnya mungkin yang dia bawa dalam kresek itu adalah kue syukuran tetangga kemarin. Apa…kue tunggu dulu ( wah iku jenenge meh suudzon), tidak mungkin wong dia sudah makan dua biji kok kemarin malem masak dia ngambil punya adiknya yang baik hati ini (don’t be lebay boy!!! ). Ah dari pada pusing mending tanya ma tersangkanya langsung via sms tentunya. Lhe… kok lagi tenggang pulsanya, terpaksa harus menunggu sampai di rumah nih.

Sepulang sekolah saya menunggu kakak pulang sambil duduk-duduk di depan rumah dan menyanyi lagunya Chrisye feat Ariel yang berjudul menunggumu ( Lho kok lebay maneh! ). Dari kejauhan saya mendengar suara mesin sepeda motor yang pastinya itu milik kakak saya ( wih…koyok mentalis ato pakar telematika). Ternyata benar itu kakak saya, dengan wajah kecapekan seakan menggambarkan suasana jalanan kalut kabut ( kalang-kabutz ta mas). Langsung tanpa basa-basi saya tanya tuh.

“ Mas isi kresek iku opo sih?. “ tanya saya dengan segera. “ Oh iku ta…oh…iyo lali “ jawab kak saya. Hmm…iyo lali jajan opo iku? (kue apa itu?). kakak saya pun langsung keluar dengan sepeda motor tanpa pamit mau kemana. Saya yang masih terheran-heran dengan jawabannya menganggap kakak saya tidak mendengar pertanyaan saya. Beberapa jam kemudian kakak saya pulang dengan raut muka yang agak sumringah dan menahan tawa ( koyok opo iku? ). Langsung saya tanya lagi sebelum dia masuk rumah.

Saya: „Mas kresek iku mau isine opo?“

Kakak : „ oh iku mau isine…..

Saya : „ Isine opo hayo?“.

Kakak : „iku mau isine Batang tikus anyar (bangkai tikus baru kemarin malem)

Saya : „ Hah… setemen ta“.

Kakak : „ iyo gak percaya“.

Saya : Lho kok iso lali buwake? Gak mambu palingo yo?

Kakak: hmm…….

Dengan ekspresi agak sumringah dan menahan tawa (lho ketularan),saya pergi ke belakang rumah sambil tertawa dalam hati. Ternyata sudah terungkap misteri kue syukuranku yang hilang kemarin malam. Berdasarkan hipotesis yang ada, seperti ini ceritanya. Kemarin malam, setelah kami selesai menyantap kue syukuran yang diberi tetangga Kakakku mengambil sebuah sisa kue yang sebetulnya milikku, untuk dikorbankan diberi racun tikus buat ngemampusin tikus yang mulai menjamur didalam rumahku. Binggo…satu tikus telah memakan kue yang telah dimodifikasi dengan racun tikus dan mati dengan sukses (ampuh bener tuh, mereknya apaan? ). Kakakku yang bangun pagi-pagi, mengetahui mayat tikus tesebut, menyingkirkan barang buktinya kemudian segera membersihkan TKP dengan membungkus mayatnya kedalam tas kresek yang rencananya akan dibuang bersamaan dengan berangkatnya kakakku ke kampus.

( ayak-ayak wae mas! )

4 thoughts on “Barang yang tidak cocok dibawa bepergian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s