Menjadi lebih baik Itu perlu


Seperti Matahari jika tenggelam harus terbit lagiSeperti Matahari jika tenggelam harus terbit lagi

Waktu itu saya masih kelas dua SMP yang semangat-semangatnya berangkat ke sekolah tepat waktu. Saya bangun pagi-pagi sekali untuk Mempersiapkan bekal dan segala sesuatunya untuk dibawa ke sekolah. Karena bel tanda masuk sekolah berbunyi pada jam 06.30 maka maka kuputuskan untuk berangkat pukul enam. Keluar dari pagar rumah saya, terdengar suara bising berirama yang berasal dari speaker milik tetangga saya. Pas waktu itu yang diputar adalah lagu dari Bang Iwan fals yang berjudul “Umar Bakrie”. Ketika lewat depan rumahnya saya melambatkan langkah dan menengok kecil ke arah dalam rumah tetanga saya yang memutar lagu tersebut keras-keras. Terkejutnya saya ketika itu melihat yang empunya rumah berada di depan saya membuka pagar rumahnya dengan memakai seragam lengkap kantor tempatnya bekerja. Langsung saya sapa saja dia,” Mau berangkat ngantor pak?” sapa saya. “Iya min, ini saya ada dinas pagi dari kantor. ” jawab tetangga saya. “lagu yang bapak puter itu lagu tahun berapa pak?” tambah saya. “oh itu lagu tahun 70-an, Waktu itu saya masih sekolah kayak kamu sekarang ini jamannya dulu ga kayak sekarang. Dulu puter lagu keras-keras seperti ini saja tidak boleh walaupun di rumah sendiri apalagi dirumah orang lain, wiss sungkan tok isine min truss…..”Jawabnya dengan suara logat jawa yang khas, dan kami berdua bercakap-cakap sampai jam di tangan saya menunjukkan pukul 06.20. Apa…berarti kurang 10 menit lagi dong (Tidaaaaak hayo telat kon yo!!!). Ternyata ekspresi kaget saya telah dibaca oleh tetangga saya yang cakap bersama saya itu (wiiiih koyok mentalis ae mas!!!). Lalu saya pun diajak berangkat bersama dengannya mengendarai sepada motor miliknya yang tahunnya agak baru 2004 (Ups dilarang menyebutkan merek). Selamat saya masih belum terlambat.

Setahun telah berlalu, dan saya duduk bangku kelas tiga SMP. Sama kronologinya. Bangun pagi-pagi sekali untuk bernagkat ke sekolah. Dan waktu itu juga sama tetangga saya memutar lagu milik bang Iwan fals yang berjudul sama pula yaitu “Umar Bakrie” dengan agak perlahan hanya terdengar lirih dari luar rumahnya. Saya menolah besar kali ini kea rah dalam rumahnya. Sambil tengok kiri kanan tidak saya temukan si pemilik rumah. Terkejutlah saya ketika terdengar suara memanggil nama saya yang agak ngebas dari bawah pojok kanan pagar rumahnya. Ternyata itu adalah bapak pemilik rumah. Tapi ada hal yang berbeda darinya kali ini dia tidak memakai seragam, ah mungkin dia lagi libur atau lagi dinas siang atau sore. “ Lagi libur masuk siang ta pak? ” Tanya saya iseng. “ Enggak min saya libur dari kantor saya yang dulu.” Jawabnya agak meringis kecil. “ Lho kenapa pak?” Tanya saya heran. “ Sekarang saya lagi merintis wirausaha…ya mulai dari yang kecil-kecil kayak sekarang ini.” Jawabnya semangat. Dalam batin saya tetangga yang satu ini punya jiwa sadar usaha dan pastinya semangat kewirausahaan yang patut di acungi jempol. Dari berpikir cuma jadi pegawai menjadi merintis jadi pemilik usaha.
Kalau saya pikir lagi lebih jauh apakah ini yang disebut contoh dari transformasi keadaan dari yang biasa menuju lebih baik? Atau ini hanya contoh kecil dari semangat merubah hidup? Tentu sobat blogger memiliki jawabannya masing-masing. Nah, tidak ada salahnya kalau disalurkan dengan memberikan koment di blog saya

4 thoughts on “Menjadi lebih baik Itu perlu

  1. bocahbancar berkata:

    HHmm…Yups itu bisa menjadi inspirasi untuk kita orang2 di sekitarnya…

    Berubah menjadi lebih baik itu sangat perlu dan wajib hukumnya..

    OK…Salam semangat dari Bocahbancar……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s