ARTI DEHEM ITU ADALAH?


Setiap pagi saya selalu menyiapkan semuanya sendiri. Mulai dari urusan dapur (sarapan) sampai urusan peralatan sekolah dan buku-buku pelajaran yang akan dibawa. Setelah waktu yang telah menjadi deadline masuk sekolah, kalau terlambat sedikit gerbang akan menutup dan menugggu sampai dibukakan. Saya bergegas untuk berangkat dengan memangul tas di bahu sebelah kiri dan menjinjing sepatu saya di tangan kanan. Tak lama setelah saya keluar dari rumah, tiba-tiba salah seorang tetangga yang tidak menampakkan diri mengeluarkan suara batuk yang disusul oleh suara dehem (ohok ek…ehm…ehm). Spontan saya langsung mencari sumber suara tersebut. Saya tengok depan rumah tidak terlihat tanda-tanda orang beraktivitas. Tengok samping kanan kiri juga tidak melihat orang, hanya tumbuhan yang bergoyang-goyang didepan rumah saya. Saya jadi berpikir apa tumbuhan itu berdehem kepada saya karena saya lupa memberinya air tadi malam. Semoga saja tidak, dengan waspada saya berlari menuju ke sekolah. Syukurlah saya tidak terlambat masuk. Di sekolah saya masih memikirkan kejadian pagi tadi apakah tumbuhan di rumah saya diberi kemampuan oleh Allah swt untuk berdehem layaknya manusia, sungguh suatu kekuasaan milikNya yang tidak terbatas. Kemudian saya memutuskan untuk langsung setelah sholat ashar berjamaah di sekolah. Sesampainya dirumah saya melihat kearah tumbuhan di depan rumah saya. Tiba-tiba, dari arah yang berlawan dengan sudut pandang saya terdengar suara dehem yang sama persis gak mbuakblas dengan dehem tadi pagi. Spontan saya langsung melihat dari arah datangnya dehem tersebut. Terkejutlah saya ketika mengetahui kalo yang saya lihat juga sekumpulan populasi tumbuhan. Tapi itu milik tetangga depan saya. Kemudian saya berpikir hal yang sama seperti sebelumnya. Apakah tumbuhan milik tetangga saya ini mendehemi saya tiba-tiba saya melihat pemiliknya sedang duduk di halaman rumahnya, ya … hanya duduk saja dan melihat ke arah saya. Kemudian saya langsung masuk rumah. Baiklah dapat kita ambil kesimpulan sari kisah diatas bahwa dalam hidup kita tidak boleh egois dalam artian kita hanya memperdulikan deng an sesama manusia tanpa memeperhatikan makhluk hidup yang lain seperti tumbuhan misalnya. Memang kisah ini terelihat seperti fiksi. Tapi marilah kita mengambil sisi baik dari kisah ini.
Keep your spirit of blogging!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s