Mudik dadakan


google.com

sumber:google.com

Sudah menjadi tradisi di hari lebaran untuk mudik bersama keluarga. Suatu kisah unik terjadi dalam keluarga tante dan om saya, mereka memiliki satu PRT yang pastinya mudik dan mendapat THR di hari lebaran. Setelah si PRT berunding dengan tuannya(om dan tante saya), maka diputuskan om saya berjanji akan mengantarkan si PRT mudik ke desanya yang terletak di Madiun. Hari yang dijanjikan oleh om saya untuk mengantar si PRT adalah H+1. tepat saat itu saya dan kakak saya berada di rumah om dan tante saya yang terletak di daerah Pondok candra, Sidoarjo. Om saya yang terlihat keren dengan bajunya yang berwarna cerah sibuk dengan telponnya yang sepertinya menunggu seseorang untuk berangkat. Sementara si PRT telah siap dengan dandanan ala anak kota yang hendak jalan-jalan ke mal, sibuk membawa barang-barangnya yang muat dalam satu kardus mi instan untuk di pindah ke mobil om saya. Karena sudah satu jam om saya menunggu orang yang saya lupa namanya, ternyata tidak datang. Spontan om saya yang melihat saya dan kakak saya santai menikmati hari kemenangan dengan melihat tayangan inbox, langsung mengajak saya untuk ikut dengannya ke Madiun. Dengan spontan juga kami menerima ajakan tersebut, dengan bekal baju seadanya kami bergegas menuju ke mobil om saya yang warna mengkilap terkena sinar matahari.

Dalam perjalanan menuju tol tambak sumur 2. Setelah keluar dari pintu tol kemacetan jalan cenderung normal. Tapi setelah memasuki daerah krian kondisi jalan mulai tidak normal, hal itu ditandai dengan banyaknya mobil-mobil asing yang tidak diharapkan karena menghalangi perjalanan kami. Terpaksa kami harus berhenti dan berharap perjalanan kembali lancar. Setelah sampai di daerah Mojokerto kondisi kemacetan jalan sudah diatas normal, hampir mobil kami tidak bisa berjalan. Untung saja begitu ada kesempatan om saya langsung menuju ke posko mudik indomie yang bekerja sama dengan DLLJ Mojokerto yang tentu saja terletak di Mojokerto. Suasana di posko itu sangat ramai, sempat saya mengira itu adalah pesta rakyat atau orkes melayu yang disponsori oleh indomie. Ternyata dugaan itu salah. Mencari parkir mobil di sana cukup sulit, sehingga kami harus mencari tempat yang agak jauh sampai akhirnya kami menemukannya. Tempat favorit yang saya samperi ketika berhenti di posko adalah…. Tet…teret-teret. Toilet pria. Ya, saking favoritnya tempat ini sampai-sampai saya harus mengantri 5 menit untuk bisa berada di dalamnya. Nah baru setelah itu tempat yang ramai atau tempat favorit ke-2 adalah dapur indomie gratis. Pemudik yang datang tidak bisa langsung meminta mie. Harus mengambil kupon terlebih dahulu dan mengisi beberapa kolom pertanyaan, setelah itu baru boleh. Setelah saya mengambil kupon. Stok indomie gratisan hampir habis. Layaknya webhosting atau domain gratisan posko mudik tersebut penuh dengan pemudik yang ingin mendapatkan makanan gratisan walaupun hanya sepiring mie instan. Setelah bersabar, berpanasan, dan berdoa agar tidak kehabisan stok mie gratisan, akhirnya saya mendapatkan barang ekonomi tersebut meskipun saya harus memakannya dengan tangan telanjang karena stok sendok gratis habis. Kemudian saya memakan mie krawuk( pengambilan tanpa menggunakan sendok atau alat bantu) instant sambil ley-leye di samping panggung. Disana saya melihat seseorang yang dari penampilannya (maaf ya mas, yang dulu ketemu di posko) tidak memperlihat sebagai seorang pemudik ( hey…boy don’t look a man from the cover). Duduk di kursi yang banyak ditemukan di kantor atau di acara resepsi perkawinan, dan ditemani dengan makanan ringan khas lebaran orang itu melihat ke arah saya. Spontan saya hentikan acara krawuk mie instan yang telah mencapai klimaks. Kami saling memandang, lalu saya alihkan pandangan ke penyanyi yang ada di panggung dan sedang menyanyi lagu yang berjudul selamat hari lebaran. Dari sana saya menyimpulkan apakah orang tersebut memang sedang mudik dan beristirahat ataukah orang tersebut warga sekitar yang ingin menikmati fasilitas gratis yang disediakan oleh lembaga khusus? Wallahua’lambissawab.

6 thoughts on “Mudik dadakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s