Kabar (merdeka) dari sahabat


Apa kabar sahabat dari negeri seberang. Semoga selalu nikmat kesehatan yang melimpah. Semilir angin yang terus berhembus di negeriku mengantar kabar ini untuk sampai di hadapanmu. Angin di negeriku tak henti menghembuskan kabar kemerdekaan di negeriku yang dekat dengan Negeri Antabranta. Pasti yang kau dengar tak seindah di negerimu, sahabat. Yang waktu itu seolah-olah ombak besar menyatu denagn negeriku. Tentu aku tak akan meneritakan satu persatu bagaimana keadaan sekarang negeriku. Tapi tahukah engkau sahabatku?. Batu Granit yang kita mainkan dulu sangat keras tak dapat dipecahkan. serpihan-serpihan kisah ceria yang mewarnai hari-hari kemerdekaan di negeriku, terhempas sejuta harapan para pahlawan di negerimu yang Ingin sama dengan negeriku. Meski kemerdekaan sudah lama di sandang oleh negeriku. Tapi mengapa hati ini belum terasa penuh. Belum penuh merasa merdeka di negeri sendiri. menghirup udara udara yang seakan lari dan menghidar dari negeriku. Ke tempat yang lebih merdeka sampai terasa dirongga dada dan darah. Masih ingatkah engkau sahabatku? cerita pahlawan yang menggebu-gebu untuk kemerdekaan di negeriku dan yang dikagumi oleh pahlawan di negerimu. Kuminta padamu sahabatku, tanyakan pada para pahlawan di negrimu. Apa yang mereka pelajari, mereka cerna, dan mereka dapatkan dari perjuangan pahlwan di negeriku. Agar lebih terbuka pikiran, harapan, dan semangatku untuk mengembalikan kemerdekaan yang hampir terkubur oleh sesuatu yang aku tak mempunyai pengetahuan akan itu. Bendera di negeriku selalu berkibar di tempat yang tinggi. Melihatnya berkibar dihembuskan angin sepoi-sepoi, memberikan aku suatu pelajaran berarti. Yaitu terhembus oleh angin tapi tetap tegar di tempat. Berada di tempat tinggi tapi tak melayang di langit ke tujuh.

Benar, itulah maksudku sahabat. Yang pastinya engkau telah dapatka dari negerimu. Itulah sebuah potret mikro kemerdekaan di negeriku. Telah lama dan bauy kupahami saatku merasa kemerdekaan di negeri ini.

Umur kemerdekaanku negeriku lebih tua dari umur kemerdekaan negerimu. Tolonglah sahabatku, aku tidak berharap engkau membalasnya. Tapi kirimkan secercah kemerdekaan dari negerimu untuk negeriku. Ku tahu sulit dan tidak mungkin. Tapi cukup memberiaknku semangat meraih kemerdekaan.

Terimakasih telah memberikan sedikit merdekamu untuk membaca kabar ini dari penduduk negeri Nisonedia.

( gambar: http://www.improventures.com/bureaufriendly/images/cartoonimages/pile-of-letters.gif)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s