Setelah kami (semua alumni) berbuka puasa dengan takjil yang makanannya berupa nasi kotak, dan minuman es telur mutiara. Kami bergegas untuk melaksanakan sholat maghrib berjama’ah.Karena saat itu tempat untuk sholat tidak memadai untuk kami semua maka dilakukan dengan cara kloter (bergantian). Yang menjadi imam pada kloter pertama adalah mantan Kepala Sekolah Dasar Manukan kulon IV yaitu, Bapak Drs. Haryono. Beliau menjabat sebagai kepala sekolah saat saya masih SD. Kloter demi kloter selesai melaksanakan tugasnya, itu berarti tiap muslim yang beriman disana telah selesai bersujud menghadap Sang kholik.
Acara berikutnya adalah melihat record video pada saat kami melakukan kegiatan Persami (perkemahan sabtu minggu) di Batu,Malang. Ya… saya masih ingat saat-saat itu, saat dimana saya masih dalam suatu proses potensial yang belum dapat muncul di udara dan merupakan suatu kebebasan terpendam dalam jiwa yang masih tenang.
Sekilas melihat video tersebut kami tertawa sendiri melihat wajah-wajah manusia kecil yang tergolong masih lugu padahal saat itu tidak ada yang lucu. Termasuk wajah kecil saya…hal itu langsung mengingatkan saya pada ingatan-ingatan lama saya yang terpendam. Seakan-akan saya dahulu memiliki cita-cita untuk diwujudkan oleh saya yang sekarang ini. Saya mencoba mengingat apa yang saya cita-citakan dahulu. Lalu Tiba-tiba video tua tersebut menunjukan gambar yang tersendat-sendat. Acara langsung dilanjutkan oleh Bapak Hary, beliau memberikan sepatah kata sebelum berpamitan. Yang saya ingat dari pesan beliau saat itu kurang lebih adalah sebagai berikut.”Pada usia seperti kamu semua saat ini merupakan usia dimana seorang manusia masih mencari sebuah figur untuk dijadikan sebagai panutan yang baik, jadi jika anda tidak menemukannya dalam lingkungan anda coba milikilah the willing of change dalam kehidupan.”
Kemudian acara dilanjutkan dengan sharing ringan tapi langsung dilanjutkan dengan mini Games yang cukup seru. Pesertanya tentu saja kami semua. Orang pertama yang tertangkap adalah Vio lalu disusul oleh Rena. Setelah acara itu waktunya penutupan, disinilah terjadi kontak batin diantara sesama alumni. Kebanyakan dari mereka merasa acara reuni tersebut berlalu begitu cepat dan seolah-olah tak mau berakhir. Maka ada beberapa alumni yang melanjutkan reuninya di suatu tempat yang sering disebut dengan nama ”Pop es keju.”
Catatan singkat dari penulis (muara):
Bagi alumni yang membaca artikel ini harap meninggalkan jejaknya bisa dengan memberi komment, memberi alamat email. Atau memberi alamat blog pada kotak isian di bawah ini.
Keep spirit all my friend!!!















